“Lho kok sendiri, cowok kamu mana?”, tanyaku cepat saat menyadari lingkaran berwarna keemasan melingkar di jari manis kirinya. Jepang xnxx “Sure whatever you want to know, just ask me”, tanyaku terheran. What’s wrong honey? Berarti selesai meeting, saya harus menelponnya kembali untuk memastikan jadwal dating kita sore ini. “Hhhh….gemes…masih aja kayak dulu, ngegombalnya nggak ilangilang”, kata Revy sambil mengencangkan cubitannya di pinggangku. Mendengarnya mengingatkanku pada kafe-kafe di bilangan bukit dago pakar Bandung, tempat kita bisa menikmati city view Bandung sepuas mungkin sambil menghirup dinginnya udara pegunungan, sebuah pemandangan yang selalu menjadi fave saya sampai kapan pun. Saya hanya mampu membalasnya dengan tersenyum. It takes one or two days, katanya. Lumayan lah, malam libur seperti ini ada juga yang bisa dikerjakan. “Tempat biasa” yang Revy maksud tentunya masih seperti yang dulu, tempat kita sering nongkrong bareng.




















