Aku segera membalasnya, ‘Aku ke sana’. Bokep Badanku masih capek, kepalaku sedikit pusing, dengan perlahan aku berjalan ke arah kamar itu.‘TOK TOK TOK’ aku mengetuk pintu. “Tangkap kakinya!”, perintah salah satu pria. Kakiku langsung terasa lemas, para pria itu semuanya berbadan gempal, rata-rata mungkin berumuran 4mpat puluh hingga lima puluh tahun. Badanku masih capek, kepalaku sedikit pusing, dengan perlahan aku berjalan ke arah kamar itu.‘TOK TOK TOK’ aku mengetuk pintu. “HOEK”, aku seperti ingin muntah, namun tidak keluar. “Putih ya”, puji salah satu pria yang naik ke atas tubuhku. Kepalaku masih pusing, penyakitku sudah sangat menyiksa diriku, kembali aku memuntahkan sesuatu yang cair dan bau. “Ya, masuklah”, seorang pria membuka pintu dan mempersilahkanku masuk. “Jangan lupa obatnya diminum”, pesan Herman. Sial, dia adalah Alex, ia benar-benar datang menjemputku.Kupandangi kiri kanan, tidak ada yang memperhatikanku, kupandangi ke arah rumah, semoga Chelsea tidak mengetahuinya, aku pun masuk ke dalam mobil Alex. Mereka tidak mau lagi menyentuh wajahku yang kotor




















