Masih apa tidak.”
Dhea terus menangis. Setiap langkahku seperti membuat seluruh rumah berderit dan aku siap meloncat melarikan diri. Bokep Wajah Dhea memancarkan rasa panik dan takut, dan aku terus memperkosanya sekuat tenagaku, seakan-akan itu masalah hidup dan matiku. Dhea sadar bahwa aku sudah selesai, dan menerima gerakanku yang terakhir ini masih tak bergerak, dengan kepala terbenam ke dalam karpet kamarnya yang tebal. Masih apa tidak.”
Dhea terus menangis. “Lo masih perawan tidak Dhea? Tubuhku kaku karena tegang, waktu aku buka jendela belakang rumahnya pakai linggis. Aku langsung mengenakan pakaianku, dan secara ajaib masih ingat untuk mengambil belatiku dan memikirkan sesuatu untuk aku ucapkan pada Dhea. Dan aku mulai gila. Dhea tetap terlihat cantik. Dhea berbaring tidak nyaman, berbaring telentang dengan tangan terikat ke belakang, dan telanjang mulai pinggang ke bawah, rambut kemaluannya yang masih tipis terlihat jelas. Kepala Dhea terbenam ke lantai. Aku merasa aku seperti merobek vagina Dhea dengan penisku, dan membuatku makin terangsang, mendorongku bergerak makin




















