Ternyata Dika tidak seburuk yang kubayangkan, memang matanya terkesan Extream dan seakan mau melahap seluruh tubuh ku, tetapi sikapnya dan perlakuannya kepadaku tetap tenang, sehingga dikit demi sedikit rasa grogi yang menyerangku mulai memudar.Dika menanyakan dengan lembut, aku ingin minum apa. “Apa syaratnya, Mas?” tanyaku penasaran. XNXX Aku bagai disambar petir saat itu, aku tahu arti “menemani” selama semalam. Tak puas karena celana dalamku agak mengganggu, dengan cepatnya sekali gerakan dia melepaskan celana dalamku. Mas Ajik mengerti keterkejutanku. “Apa syaratnya, Mas?” tanyaku penasaran. akhirnya kekuatan pertahananku ambrol.. Sampai akhirnya aku hamil, dan mas Dika pun mau bertanggung jawab dengan menikahiku.Diperusahaan tempatku bekerja tidak boleh ada hubungan suami istri, jadi maka aku putuskan untuk aku saja yang mengundurkan diri dari perusahaan, dan sekarang hanya mas Ajik saja yang bekerja sedangkan aku dirumah merawat kehamilanku.Sampai akhirnya 8 bulan kemudian buah hatiku lahir.




















