Ina hanya tersenyum sambil berbisik kearahku. XNXX aku masuk rumah mengikuti dewi dan duduk di bangku kayu.“nih handuknya, dan diminum kopinya yaaa” dewi melirik kearahku yang basah kuyup. kejadian itu berulang terus seminggu dua kali, tiap kali Ina ataupun Dewi membutuhkan kehangatanku, aku segera datang memenuhinya, hingga saat ini. bayi dalam gendongannya sudah tertidur, dan Ina pamitan menidurkan anaknya.“Kamu nginap disini saja, Bud, hujan malah tambah deras” kata dewi lagi. Ina terus menggelinjang sambil menggosok-gosokkan vaginanya ke penisku yang sudah tegak penuh.Vaginanya memang sudah sangat basah, aku maklum saja. wah?!“Kamu suka kayak gitu ya In?” kataku menggoda. aku berbalik, dadaku bergetar melihat dia membuka tali piyamanya.“kenapa Bud, takut yaaa?…”katanya sambil mendekat kearahku terus berjongkok didepanku. tak terasa ternyata sudah sampai didepan rumahnya. Setelah lima belas menit kemudian aku tak kuat lagi, kusemprotkan air maniku keatas, membasahi dinding vaginanya yang hangat,…
“Ahhhh….” Ina berhenti kecapaian, aku juga sangat kecapaian.




















