Sepertinya mereka sedang nonton VCD yang diomongin Reza tadi siang di telepon. “Soalnya saya juga mau”, kataku tanpa rasa dosa, lalu kami bertiga tertawa keras-keras. XNXX “Deni, kamu ngapain?” terdengar suara Tante Ida, ibu kost-ku, “Tidur ya?”
“Oh, enggak kok Tante”, jawabku sambil membuka pintu kamar. “Oke, makasih. Kamu nyesel?” tanyaku. “Ada apaan nih Ma? Aryo berpegangan erat di pinggangku, jantungku berdegup, namun aku berusaha biasa aja. Kemaluanku sudah tegak berdiri di dalam celana dalamku.Kemudian aku membuka celana dalamnya. “Enak aja minjem, ini tuh barang dagangan.”
“Ayolah Jay..”, rayuku.Akhirnya rayuan gombalku membuahkan hasil. Dalam perjalanan pulang aku bercakap-cakap dengan Aryo. “Beres deh Tante, ‘ntar kalo si Aryo nakal biar Deni cubit”, kataku sambil menggelitiki pinggang Aryo. Setelah kutekan bel sekali, kakaknya mucul dengan ditemani Billy, anjingnya. “Soalnya saya juga mau”, kataku tanpa rasa dosa, lalu kami bertiga tertawa keras-keras. “Duduk sini, Aryo”, kataku sambil menarik tangannya.




















