Kedua tanganku tak kusadari sudah mencengkeram setir mobil.Ujung lidahnya naik lebih ke atas lagi. Bokep Kupilin dengan lembut.“Ooh.. Entah ada setan apa, secara reflek aku memegang tangan kanannya. Begitu seterusnya berulang-ulang. kemarenan saya lewat jalan ini, terus kok ada salon, ya udah dech, saya potong di sini. Kukabulkan permintaannya karena aku sendiri sedang bebas, dan kuputuskan untuk naik tol dan putar-putar kota Jakarta. Setelah aku selesai, sambil memberikan tips sekedarnya, aku menanyakan apakah ia mau aku ajak makan. tadi di bawah jembatan macet, mm.. Pikiranku sudah melayang-layang jauh entah ke mana. Begitu seterusnya berulang-ulang. gue potong dulu yach..” jawabnya sambil berlalu.Ngobrol punya ngobrol, akhirnya kami dekat, dan belakangan aku tahu Siska namanya, 22 tahun, dia kost di daerah situ juga, dia orang Manado, dia enam bersaudara dan dia anak ketiga.




















