Dia memandang padaku dengan polos: “Sudah, Mbah” katanya. Tetapi kau harus meminum ajian dari tubuh Mbah ya? Bokep Untung orang tuaku termasuk orang kaya di kampung, jadi semuanya masih bisa ditanggulangi. Waktu aku melihat siapa si pembuat onar itu, kulihat Mas Darmin, blantik (pedagang sapi) tetanggaku, sedang berdiri dengan mata merah dan berapi-api. Tangan kananku mengangkat kepalanya yang terkulai, sedangkan tangan kiriku terus mengocok batanganku.Mata si Suminem membuka malas, melihat senjataku bergelantung di depan wajahnya. Mbah sudah coba sedot sedot tadi, tidak mau keluar juga. Ekspresinya seperti dia sedang mengejan atau menahan sesuatu yang sangat nikmat.Horee, aku berhasil! Malah goyongannya yang semakin lama semakin tidak teratur. Minumlah” kataku. Aku semakin meringkuk: “ampuun maas..” rengekku.Dalam suasana yang sangat genting itu, tiba-tiba beberapa orang menerobos masuk. aku semakin bingung: “yang apa to mas?




















