Payudaraku yang putih bersih itu memang menggiurkan. Astaga! Bokep Mata Adolf tanpa berkedip memandangi tubuh mulusku yang hanya ditutupi oleh BH dan celana dalam. Adolf menyuruhku melepas celana dalamku. Lagipula aku sudah lemas, tenagaku sudah hampir habis. Kan lumayan buat menambah penghasilan. Aku meronta-ronta kesakitan. Ia malah menyuruhku menanggalkan busana yang masih tersisa di tubuhku. Ini sih mulai kelewatan! Mataku tertumbuk pada sebuah iklan satu kolom yang cukup mencolok.“Dicari, gadis berusia 17 sampai 25 tahun. Bagaimana aku bisa mengetesmu.”
Aku membalikkan tubuh menghadap Adolf. Sebagai mahasiswa fakultas ekonomi aku sangat menyukai berita-berita tentang perekonomian Indonesia termasuk krisis ekonomi berkepanjangan yang tengah melanda Indonesia. “Nah, sudah selesai sekarang.” Aku merasa lega. Ia malah menyuruhku menanggalkan busana yang masih tersisa di tubuhku. Ah ini saja. Mungkin mereka kagum melihat kecantikan wajahku dan kemolekan tubuhku. Satu persatu para pelamar dipanggil ke ruang pengetesan, sampai si Indo di sampingku tadi dipanggil juga.




















