Ah.., selangkanganku disentuh lagi, diremas, lalu ia menjamah betisku, dan selesai.Ia berlalu ke ruangan sebelah setelah membereskan cream. Sekenanya saja kubuka halaman majalah.“Tunggu ya..!” ujar wanita tadi dari jauh, lalu pergi ke balik ruangan ke meja depan ketika ia menerima kedatanganku.“Mbak Hawin.., udah ada pasien tuh,” ujarnya dari ruang sebelah. Bokep Lalu ia memijat lutut. Bergantian Hawin kini telentang.“Pijit saya Mas..!” katanya melenguh.Kujilati payudaranya, ia melenguh. Hitam. Kemudian menyerahkan celana pantai.“Mbak Hawin, pasien menunggu,” katanya.Majalah lagi, ah tidak aku harus bicara padanya. Kini ia pindah ke paha, agak berani ia masuk sedikit ke selangkangan. Makin lama makin jelas. Ia tersenyum. Penumpang lima lalu supir, jadi enam kali tujuh, 42 hore aku turun. Atau apalah? Ya, seseorang toh dapat saja lupa pada sesuatu, juga pada sapu tangan. Suara yang kukenal, itu kan suara yang meminta aku menutup kaca angkot.




















