Napa jg ga brani. Xnxx jepang “Ugghh….”,desah Nana sambil menggeliat. setelah Pak Min ini pulang,tak lama kemudian kami berpamitan keluar. Kudekatkan wajahku diwajahnya. Dihisapnya penisku hingga titik sperma penghabisan. “Tapi perjanjiannya,musti dipelorotin ampe bawah ya.”ujarku. “Ahh…pake kok. Kata sp aku ga pake daleman ?”,ujarnya. Kan sampe lutut perjanjiannya. Mau gak ?”,katanya. Karena memang udh janji mau bayar taruhan,akhirnya akupun mengajak dia makan dan membelikan dia sebuah kaos dan jaket disalah satu distro dikotaku. “Lho,ayahnya emang kemana ? “Apa nggak bosen atw bete dirumah sendirian?”tanyaku lagi. Disaat berciuman itu,kusentuh bibir vaginanya dengan jariku. Tapi sekali aja. Makin lama aku akrab dengan anaknya itu. PAling2 ya Mas aja yg nafsu.”,jawabnya enteng. Dan Keesokan harinya,akupun berangkat kerumah Pak Min. Kusodorkan penisku kearah mulutnya,dan Nana membuka mulutnya. Matanya pun terpejam seakan menikmati saat vaginanya dijilat.Nana sangat menikmati sekali. “Telan aja,Na..gpp koq…”,kataku. Kamipun terkadang bercanda.




















