“Entarlah. Waktu putingnya kuhisap-hisap, Alia mendesis. Video bokep “Bisa nginap dong.”
“Beres,” sahutnya. Kapan nih?”
Alia sebutkan tanggal yang artinya 2 minggu lagi.“Sama temen-temen 10 orang, plus 2 orang dosen,” katanya lagi. Bulu-bulu di tengah paha yang membuka itu begitu kontras dibanding sekelilingnya. Kami juga berjanji, saling berusaha mencari peluang untuk bertemu secara fisik.———-“Elo tahu engga kantor Departemen Anu,” tulisnya pada suatu siang kami chatting. Masih menatapi tubuhnya bahkan sempat berpikir, mulai dari mana? “Gue simpen, buat kenang-kenangan.”
“Ngaco, masa gue balik engga pakai celana dalam.”
“Loe bener engga mau nginep sini?”
“Mas Ajie, tadi kan gue udah bilang, gue izinnya cuman mengunjungi famili, engga nginap.”
“Jadi kapan dong boleh izin nginap?” celana dalamnya aku berikan. “Yah, supaya kita bisa kangen-kangenan, ngobrol, bebas dari gangguan.”
Diam. Statusnya sedang berpacaran dengan mahasiswa dari jurusan lain yang berasal dari daerah yang sama, sejak tahun pertama kuliah.Perbincangan lewat mail tak lagi tentang politik, tapi lebih soal-soal pribadi.










