Kebayang waktu kenalan dulu, wih tangannya putih sekali dan mulusnya ampun, banyak cowok yang suka sama dia, tapi namanya cinta nggak bisa diboongin.“Sorry ya agak lama, nih kopi kesukaanmu, mas”. Selesai mengeringkan badan, rambutku dikeringkan Dea dengan hairdryernya, kupakai bajuku dan kitapun kembali ngobrol di ruang tamunya, ngopi, ngobrol dan bercanda sambil bermesraan menikmati hari indah itu. XNXX “Mas, tolong aku sayang, masukkan rudal besarmu ke vaginaku, aku sudah tak tahan lagi menahan kenikmatan ini”, pintanya sambil setengah menangis. Kugandeng tangan Dea dan membawanya ke kamar mandi dan dibawah guyuran shower kamar mandinya kita mandi bersama, saling menyabuni dan bercanda bersama, Kontolku menjadi tegang saat mandi dan Dea sempat memasturbasi kontolku yang sudah tegang dengan busa sabun, tangannya yang halus sangat lincah mengocok batang kontolku, sekitar lima menitan air maniku sempat keluar lagi dan muncrat sampai ke atas seperti air mancur, Dea tertawa puas, menciumiku dan melanjutkan mandi sampai selesai.




















