mendesah dan kadang mendesis… kaya’ ular.Aku sulit sekali sebenarnya untuk mengayun pinggulku maju mundur…. Sementara tingal dua korban yang belum selesai… aku minta bantuan suster yang masih ada di sana untuk membantu aku balik badan… tengkurap… kemudian aku suruh suster yang pendek dan berdada besar tadi untuk masuk ke bawah tubuhku…. Bokep ” tanyanya…” Silahkan… pelan-pelan ya… masih belum kering lukanya. Diapun kembali dan mendorongku ke teras kamar… menghadap taman. Aku buka kanding atasnya dua kancing… aku rogoh dadanya di balik BH putihnya… aku dapati segumpal daging hangat yang kenyal… kuselusuri… sambil meremas-remas kecil.. gila… usaha harus jalan terus ni… gimana caranya masa bodo… harus dapet… aku udah pusing berat. Sesaat kemudian aku masih sempat melihat kaki kananku digips… mungkin patah kena stick soft ball.Mita menutup kembali selimut tadi dan Dian tidak sempat melhat lukaku karena dia sibuk nangis… hatinya memang lemah… sepertinya dia melankolis sejati.“Mita sini aku mo bilangin kamu ” kataku…Mitapun menunduk mendekatkan telinganya ke




















