Dia tersenyum ketika melihat kepala kemaluanku off set alias menyembul ke atas.Vhira melihat wajahku sebentar, kemudian dia cium kepala kemaluanku yang menyembul keluar itu. Kemudian kutarik tubuhnya ke bawah, sehingga kakinya menjuntai ke lantai, terlihat kemaluannya yang menyembul.Pahanya kulebarkan sedikit, kemudian kuarahkan kemaluanku ke arah liang senggama yang merah merekah.Perlahan tapi pasti kudorong tubuhku. XNXX Aku pun tidak kalah sama halnya dengan Vhira, frekuensi genjotanku makin kupercepat, sampai pada akhirnya,“Aaakkhh…!” jerit Vhira sambil menancapkan kukunya ke pundakku.“Aakhh, Vhira.., Aku sayang Kamuu..!” erangku sambil mendekap tubuh Vhira. akhh..!” Vhira cuek saja, dia malah menyedot batang kemaluanku lebih keras lagi, hingga akhirnya,“Croott.. Aku juga heran, kenapa aku bisa lama juga keluarnya.Tubuh kami berdua sudah basah oleh keringat, kami masih mengayuh bersama menuju puncak kenikmatan. croott..!” Aku menyemburkan lahar panasku ke dalam mulut Vhira. Akhirnya aku tidak kuat juga menahan kenikmatan ini.“Aahh Vhira.., Aku hampir keluar.., ” kataku agak terbata-bata.“Aku juga Ndree..! mana ada yang mau sama Aku..?” jawabku sedikit




















