“Kau yakin?”
“Cerewet! Xnxx jepang Tuiing! jangan kenceng-kenceng dong, Enci..!” kata Han-han saat dia menghisap dengan bernafsu. Ada saat di mana sang gadis bagai melambung di atas bola-bola air, ada kalanya bagai melayang di atas awan yang bergumpal-gumpal. Mata gadis itu bersinar nakal, karena ia tahu Han Han sedang terperangkap oleh daya khayal tentang tubuh telanjang miliknya. Rupanya Selir Su juga begitu. Apalagi saat jari tengah Han-han menyelinap di antara bibir kewanitaan, terasa sekali beceknya. Mengambil nafas dalam-dalam sebelum tenggelam lagi didorong lembut tetapi setengah memaksa oleh bidadari cantik yang sedang bertahta di atas batu dalam air. Han Han semakin mempercepat gerakannya. Matanya terpejam dan tak dibukanya lagi, seolah-olah pasrah menantikan sesuatu yang akan diperbuat atas dirinya. enak kan, taihiap..?”
“Enakk.. Nggak salah, nih? Setelah berhasil, baru saya akan kembali ke kota raja dan menyampaikan pelaporan kepada Sang Puteri.”
“Begitukah? Digenggamnya kejantanan Han-han, dan dikocok-kocok. Hanya saja…. Aku harus hadir dan menyusulnya ke Kwan-teng.




















