Aku-kamu, bahagia, nyaman. Lalu akupun duduk di samping ia tidur. Bokep DEWI…“assalamu’alaikum”, sapaku“Wa’alaikum salam. Ku perhatikan wajahnya yg begitu manis dan manly hingga tanpa aku sadari tanganku bergerak mengusap wajah dan keningnya. Tanpa terasa bulir-bulir air mataku jatuh, karena begitu sesaknya hati ini mendengar jawaban bondan barusan. Lo balik aje ude.” Namun dewi cuma menjawab “Oooohh” dengan intonasi layaknya orang sedang marah.“Iye dah iye gue send loc, bawel lo ah. Cuuuppppppp. Dan kenapa lo bangun pas gue nyium jidat lo sih.” Bathinku.“Wiii, halooooooooo….” Sembari mengoyangkan tangan seolah-olah menyadarkanku.“Haaaahhh. Namun tiba-tiba hp ku berdering petanda ada telpon masuk, sejenak kubaca nama yg muncul pada layar. Lo gak punya bakat boong, apalagi ke gue.” Jawab Dewi yang paham betul dengan tabiatku.“Heheh, gue lagi pengen sendiri wi.”
Jawabku yang tidak bisa lagi berbohong.“Lo sekarang juga send location ke gue, gue temenin. Mau sampe kapan lo begini ndan ?




















