Kini aku hampir dapat mencium kedua lututku. XNXX Dia kemudian memerintahkan aku untuk mengotori seluruh badanku dengan lumpur sungai yang ada di situ. Tapi tubuhku terikat erat oleh tali di tempat tidur. Yang kuingat, aku belum diberi makan oleh Nyonya Hana sejak penyiksaan dimulai tadi malam. Dia menungguku di sana sambil tertawa terbahak-bahak melihatku datang. Dia lalu menyalakan lilin itu. Aku merasakan siksaan yang amat sakit. Diperlakukan seperti budak dan direndahkan seperti anjing. Untuk mencapai tempat itu, aku harus berjalan melalui pinggir jalan raya dalam keadaan telanjang dan sambil memakan tulangan ayam. Nyonya Hana tertawa terbahak-bahak melihatku kesakitan dalam keadaan telanjang dan terikat tidak berdaya. Jaraknya kurang lebih lima kilometer. Tubuhku masih terasa sakit dan penat karena siksaan semalam. Aku berteriak histeris. Aku kemudian diberinya pakaian yang pantas dan dipaksa untuk masuk ke mobil.




















