“Gina aku sudah tak membutuhkanmu.” gumamku. Bokep Gina memandangiku yang berdiri didepannya dengan tatapan mata sayu dan senyum yang menggoda. Aku rebahkan tubuhku di atas sofa ruang tamu. Batang penisku semakin mengacung sedang nafas kami mulai naik turun tak beraturan.Gina memapah tanganku melingkar di pungungnya lalu menuntunnya untuk melucuti rok mininya. Sekali lagi bibir kami menyatu dan ehemm.. aku nggak tahan lagi.. bibir kami saling mengecup. Wuihh.. Gina terus menjelajah seluruh tubuh depanku. Begitu nikmatnya ketika kedua gunung kembar itu menjepit batang penisku. Hebat banget..” katanya sambil terus saja menyepong penisku.Tak tahan aku jika harus diam saja. Jangankan Rani yang telah menolak cintaku, Dian Sastro pun pasti berlutut di depanku. “Tapi kamu suka kan Gina sayaang..” balasku
“He eh.. “Panas atau dingin?”
“Apapun yang kau mau.” jawab Gina ringan.




















