“iya,sayang..bentar yah”,jwbku sambil mencium kening istriku.Tetap kuteruskan ayunan pinggulku, ku lesakkan terus menerus penisku ke vagina’nya. Bokep “pokoknya nanti pulang aku kasih tau kamu”,jwb istriku singkat sebelum pembicaraan lewat telepon ini berakhir.Sekitar pukul setengah enam aku sampai rumah,setelah mandi dan makan, istriku meminta diantar ke apotik utk membeli antibiotik, sementara itu kulihat Nakim bersikap seperti biasa. “kamu ampe ngempet gt”,ujarku pelan.Nakim spontan membuka kakinya. Istriku lagi2 tersentak menerima rangsangan yg dilancarkan Nakim di vaginanya.Rasa nafsu mulai menguasaiku, kukeluarkan penisku dari celana yg cepat diraih oleh istriku diiringi desahnya yg kian rapat.Perlahan mulai kuatur lagi posisi dudukku, mendekatkan penisku ke wajah istriku. “huuu, demen yah”,kataku sambil mencubit dagu istriku. Nakim mengulas senyum tipis. “udah pernah,mas..dulu dirmh temen, tp artisnya orang barat”,jwb Nakim tetap dgn nada yg sopan. Satu cubitan kecil yg khas mendarat di perutku.“ih, kok nyubit sih”,ujarku sambil menangkap pegelangan tangan istriku. Tanpa rasa malu lagi Nakim pun tak segan sesekali menggunakan mulutnya utk memberi rangsangan di




















