Aku sempat kaget ketika dia duduk di samping tempat tidurku.Ketika melihatku keluar dari dalam kamar mandi diapun berkata “Makasih ya Om.. XNXX Mau menelpon dengan menggunakan ponselnya, akupun takut salah pencet pada orang yang salah. Karena sudah biasa bagi kami jika berkumpul di tempat seperti ini.Selalu membawa biduan untuk menemani, kebanyakan dari teman-temanku sudah banyak menenggak minuman keras begitu juga denganku. ntar lagi… ” Katanya.Namun ketika Erika kembali memutar pantatnya sambil terus bergoyang di atas tubuhku. suudaah nggak kuaat… aaaaaggghhh..” Erika tersenyum kini tangannya sudah melingkar memeluk tubuhku yang basah oleh keringat, diapun memberikan ciuman mesra padaku dan aku membalasnya layaknya pemain dalam adeganAkupun memeluk tubuh Erika kemudian aku membopong tubuhnya dan memasukkannya dalam kamar mandi. Akhirnya aku membawa Erika pulang ke rumahku, dan aku memberikan sebuah kamar untuk di tempati diapun hanya mengikuti karena memang sudah mabuk.Keesokan harinya aku terbangun dan teringat pada Erika yang tidur di kamar sebelah kamarku. ntar lagi… ” Katanya.Namun ketika Erika




















