Ternyata bapak Udin ini adalah pemimpin kelompok dangdut yang akan berpentas malam hari nanti. Bokep Norma, Erny, Ratna dan Ririn pun sibuk bergoyang dan bernyanyi diatas panggung itu. Dan paman ku pun menjelaskan bahwa malam nanti, akan ada pentas dangdut untuk para warga di daerah sini. Kita pun mulai ngobrol dan bercanda ria, dan aku beranikan diri memegang dan mengusap pahanya yang mulus itu. aku bisa melihat muka Erny yang kaget dicampur keenakkan,“Ahhh mas Bobby, pelan-pelan dong mas.” pinta Erny. Jujur saja, tipe seperti mereka bukanlah tipe yang biasa aku suka, sehingga aku pun tak mempunyai pikiran apa-apa. Akhirnya Erny berpamitan diri denganku untuk pulang bersama grup dangdutnya. Tapi aku tak menggubris dan justru birahiku semakin meningkat. Namun apa daya, mulut Erny hanya sanggup menerima sebagian dari gagangku yang besar itu.




















