Tanpa sadar, pipiku sudah dibasahi oleh air mata. Tomo pun menghela napas dan beristirahat sejenak, masih dalam rangkulan wanita itu. XNXX Tomo melepaskan kemejanya dan celananya, masih memandangiku. Tidak lamapun, aku merasa kalau aku telah menemukan rumah baru bagiku. Dia pun menahan tanganku yang tTomoat dan mendekatkan bibirnya ke bibirku.“Aku harus menjadi orang pertama yang..”Tomo tidak menyelesaikan kata-katanya dan mulai melumat bibirku dengan sedikit kasar.“Hmmphh..”Untuk pertama kalinya aku merasakan ada getaran yang aneh pada tubuhku. Akhir-akhir ini, kami memang jadi sering membicarakan soal cowok.Mungkin karena puber. Tapi, di depan kamar Tomo aku berhenti.Pintunya terbuka sedikit. Kita akan kedatangan seseorang yang sangat istimewa”, katanya sambil tersenyum hangat.Dan aku pun bertanya, “Bunda, tamu istimewanya siapa sih? Aku memekik dan mulai menangis.“Eriik!! Tepat jam 10.30 malam, aku mendengar suara pintu di sebelah kamarku berbunyi.“Tomo sudah pulang!!”, pikirku senang.Aku pun berlari keluar kamar untuk menyambutnya. Yayasan Bunda Tomoa, aku membacanya di sebuah papan nama di depan pintu masuk bangunan itu.




















