Lagi-lagi sesal menyerbu hatiku. Bokep Harus bisa masak, nyetrika, nyuci, jahit baju, beresin rumah?”Belum sempat kata-kataku habis sudah terdengar ledakan tangis isteriku yang kelihatan begitu pilu. Baru juga pulang sudah ngomel-ngomel terus. “Lho, kok bilang gitu…?” selaku. “Oh….bukankah ini sandal jepit isteriku?” tanya hatiku. “Ah, betapa manisnya wajah istriku ketika sedang kegirangan… kenapa tidak dari dulu kulakukan menjemput isteri?” sesal hatiku.******Esoknya aku membeli sepasang sepatu untuk isteriku. Senyum bahagia.“Abi…!” bisiknya pelan dan girang. Apalagi ditambah berdesak-desakan dalam dengan suasana panas menyengat. Tes! Rumah ini berantakan karena memang Ummi tak bisa mengerjakan apa-apa. Aku menghitung sudah delapan orang keluar dari rumah itu, tapi isteriku belum juga keluar. Ucap isteriku kalem.“Iya. Sesampainya di rumah, kepalaku malah mumet tujuh keliling. Jangankan untuk kerja, jalan saja susah.










