Lidya mengambil tanganku dan menaruh di dadanya yg membusung padat dan kenyal.Dia membisikkan sesuatu, namun aku tak mengerti dgn permintaannya. Bokep Namun sama Sekali aku tak bisa apa-apa. Kalo mengingat kejadian itu memang menggelikan sekali. Aku ingin mengangkatnya, namun Lidya malah menekan dan terus membenamkan wajahku ke tengah dadanya. Memandangi Lidya yg sudah rapi berpakaian. Namun Lidya tampaknya juga tak peduli. Dia malah tersenyum. Aku benci dgn suaminya. Namun aku yang polos tak tahu apa yg membuatnya kecewa.“Ada apa, Lin?”, tanyaku tak mengerti perubahan sikapnya yg begitu tiba-tiba. “Iya, Tante”, sahutku.Dan memang tepat jam tujuh malam aku datang ke rumah Lidya. Dia masih melingkarkan tangannya ke leherku. Dan hanya kami berempat saja yg merayakannya.Perlu diketahui kalo Lidya adalah anak tunggal di dalam keluarga ini. Perhatiannya padaku malah semakin bertambah besar saja. Kali ini bukan hanya mengecup, namun dia melumat dan mengulumnya dgn penuhl gairah. Bahkan aku tak protes ketika Lidya mengunci pintu kamar dan melepaskan bajuku.




















