Ia membuka pahanya lebar-lebar sehingga terasa ujung penis Safiq mulai memasuki lubangnya. XNXX Cairannya yang kental berhamburan saat Safiq ambruk menindih tubuh bugil sang bunda dengan nafas ngos-ngosan.”Ah, Safiq!” meski terlihat kecewa, namun Anis berusaha untuk memakluminya.Ia belai punggung Safiq dengan lembut. Maka hanya dalam waktu singkat, Safiq pun menjerit dan kembali menumpahkan spermanya. “Uuhh…” didengarnya sang ibu angkat melenguh sambil menghentak-hentakkan pinggulnya. Diciumnya bibir bocah itu sebagai hadiah.Safiq cuma tersenyum dan kembali memperbaiki posisi. Ia harus tegar. Tidak ada apa-apa, aku cuma lagi capek aja.”
”Jangan bekerja terlalu keras. Anis merapikan bajunya kembali.“M-maaf, Mi.” lirih Safiq dengan muka menunduk, sadar kalau sudah melakukan kesalahan besar. ”Ah, Safiq! Anis berusaha menerima dengan ikhlas dan lapang dada. “M-maaf, Mi.” kata Safiq dengan muka memerah menahan nikmat, lelehan sperma tampak masih menetes dari ujung penisnya yang mengental.Anis tersenyum penuh pengertian, “Tidak apa-apa.




















