lanjutku.“Jadi mau..” kata rara dengan muka pengen. Aku kecup sekali lagi, kali ini agak lama. Bokep Barat Rara bereaksi dengan ikut menghisap bibirku. Besar sekali dibandingkan dengan tubuhnya. “Iya, iya, sekarang kamu tidur istirahat, biar pikiran kamu tenang besok” kataku sambil mengelus-elus rambutnya. Dasar nih orang, ngerepotin tanpa perasaanKemudian aku rebahan di kasur dan menyalakan televisi. Rara mencubit pinggangku. Aku terseyum kemudian menempatkan tubuhku diantara selangkangannya. “Tapi Ra, kita kan beda” jawabku. Berhubung dia pakai celana berkaret, aku dengan mudah memasukkan tanganku. Aku kecup sekali lagi, kali ini agak lama. “Enggak Yan, sakit banget, bisa elo cabut dulu gak” pinta Rara sambil menahan sakit. masa sih kamu mo nyakitin aku ? Rara cuma diam tapi kemudian rebahan disampingku, bahkan dia menarik selimut yang aku pakai supaya dia kebagian.“Kan aku dah bilang yan, aku lagi butuh ditemenin. Kamu ada di Bandung ? “Kemana aja deh Yan” jawab rara yang duduk disebelahku.“Kamu nginep dimana ?” tanyaku.




















