Aku coba memberinya ide untuk berpesta saja di tempat prostitusi, tapi Zenit sedikit kurang suka. Sex Bokep “Dia pasti datang bro… Atau dia bakal liat videonya terunggah di internet, hahaha…”, kata Zenit. “Sekarang layani aku!!!”, perintahku menyuruh Minoru menghentikan jogetannya.Kutarik tubuhnya hingga mendekat denganku.Aku menekannya ke bawah hingga dia terlutut di depanku. Lucunya lagi DVD yang dia pakai untuk memutar lagu itu adalah merk Sony, alias buatan Jepang, mungkin dia tidak sadar.Hanya televisi saja yang dia pakai merk Samsung, aku tidak mau menyinggungnya, takut dia marah. “Sekarang layani aku!!!”, perintahku menyuruh Minoru menghentikan jogetannya.Kutarik tubuhnya hingga mendekat denganku.Aku menekannya ke bawah hingga dia terlutut di depanku. Sambil bergurau kami menjadi-jadi tertawa-tawa. Zenit kali ini ingin berpesta untuk kemenangannya melalui masa perkuliahannya.“Selamat bro… IPK 4 nih pastinya…”, olok ku lalu duduk bersamanya.“Hahaha, enggak lah, cukup-cukup saja…”, jawabnya sambil memberikan sebotol bir Guinnesse padaku.“Kita senang-senang dulu hari ini…”, kata Zenit.Kami pun mulai minum.




















