Aku dan Tia berpasangan berdansa sambil mengikuti alunan lagu dari tape recorder. “Thanks ya, Vi”. Bokep Sebelum berenang Tia membisikkan niatnya untuk mandi bersama “Tia bawa aroma terapi, enak deh. Tentu saja dia cemberut sampai mukanya dilepat-lipat jadi tujuh.Sesekali aku hanya bisa mencuri-curi pandang ke arah Evi yang matanya juga tidak pernah lepas menatap setiap gerak gerikku dan Tia. Tapi sekali lagi, aku memang pengecut. Akhirnya kami memisahkan diri dari keramaian. aku hanya mengikuti setiap gerakan Evi tanpa perlawanan dan tanpa balasan. Semua terheran-heran melihat Evi langsung membuka pintu dan lari keluar.Bukankah paerjalanan masih jauh? aku cari kemana-mana tidak ada satu kamarpun yang berisi makhluk cantik bernama Evi. Aku hanya sanggup menganggukkan kepala. Aku dan Tia memilih untuk sembunyi di kamar. aku sangat membutuhkan kasih sayang kalian berdua.




















