Namun itu hanya untuk sementara.Di sebuah kamar kosan elit, Cinta duduk lesehan di atas ranjang dan terlihat serius di depan laptopnya. Bokep “Kamu mau makan apa?”. Tak ada salahnya ia bertemu dengan Om Ridwan untuk sekedar ngobrol. “Kamu sekarang jarang main ke rumah, lagi sibuk ya?”. Seperti layaknya ‘klien’ berumur lainnya, Om Rudi tidak sejago bicaranya ketika beradu diatas ranjang. Tak lama setelahnya mereka berdua sudah berada di dalam mobil dan meninggalkan parkiran. “Loh kok pipi sih? Cinta ingin mengelak dari permintaan itu, namun ia tahu kini semuanya telah terlambat. Faktor ekonomi? “Kalo gitu kasi cium dulu dong hehehe”. Haruskah ia menerima ajakan Om Ridwan ini. Jika anda ingin saya membuka paha, maka kuraslah isi dompet anda. “Boleh deh Om, Cinta juga gak ada acara kok”. Mungkin saja ia baru selesai menikmati kehangatan tubuh gadis yang sedang digandengnya itu.Tak kalah terkejutnya dengan Cinta, Om Ridwan juga berpikiran yang sama. Gak mau liat-liat yang lain lagi?”.




















