Tanpa bertanya lagi langsung Pak Freddy mencium mulutku dengan ganasnya, begitupun aku melayaninya dengan nafsu sembari salah satu tanganku mengeluselus penis yang perkasa itu. Bokep Begitu juga aku, tidak merasa jijik lagi memegangmegang dan membersihkan penisnya yang perkasa itu.Setelah semua selesai, Pak Freddy membuatkan aku teh manis panas secangkir. Langsung kujawab, Okok aja, Pak.. Maaf, ya.Sembari tersenyum aku menjawab dengan lirih, tidak apaapa. Tanpa bertanya lagi langsung Pak Freddy mencium mulutku dengan ganasnya, begitupun aku melayaninya dengan nafsu sembari salah satu tanganku mengeluselus penis yang perkasa itu. Dia menjawab sambil memasukan sesendok penuh nasi goreng ke mulutnya, Yaa..aah, belum semua. Emang sempat dibaca semua, ya Pak?. Kemudian dia tertawa, Oh, yang itu, toh. Pak Freddy memperingatkan, Tahan sakitnya, ya, Et.














