Dan Randy menyerahkannya padaku. XNXX “Ya…, mama?”, tanyanya. Pagi itu, aku tiba di Jogja dan dijemput Randy di Bandara menuju kos-kosannya. Lalu aku mulai berhenti meronta. Benar ia nyambi sebagai fotografer, namun salah satu kliennya, seorang wanita setengah baya, dialah yang membawa Randy dalam dunia hitam gigolo. Kali ini tempat kostnya berbeda ketika pertama kali aku mengantarnya kuliah 2 tahun lalu, Randy pindah ke sebuah kos-kosan yang terkesan cukup mewah. “ah, jangan kurang ajar kamu, mama serius nih”, jawabku, sambil mencubitnya.Lalu kami tertidur, berpelukan dalam keadaan telanjang. “Berikan pada mama”, ujarku panik. Kurasakan aku agak susah bernafas, dan kurasakan sebuah benda memasuki mulutku. Agak lega sedikit aku mendengarkan penjelasan anak bungsu ku itu, walau kembali aku menguliahinya dengan berbagai petuah, yang biasa dilakukan orang-orang tua pada anaknya, namun dengan karakter Randy, aku yakin omongan ngalor ngidulku masuk telinga kanan keluar telinga kiri. Dengan licik, ternyata Randy menukar kartu memori itu dengan miliknya yang telah rusak.




















